Kombes Reza Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro Gaungkan Emansipasi dari Ranah Minang - HARIAN SEMANGAT

Senin, 20 April 2026

Kombes Reza Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro Gaungkan Emansipasi dari Ranah Minang

 


PADANG, SUMATERA BARAT — Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026 dimaknai sebagai momentum reflektif sekaligus ajakan konkret untuk melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan di era modern. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. M.H. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., dalam pesan publik yang sarat makna.

Dalam pernyataannya, Kombes Reza menegaskan bahwa sosok Raden Ajeng Kartini bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol perubahan yang nilai-nilainya tetap relevan hingga saat ini. Ia menyebut bahwa semangat Kartini harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama dalam mendorong kesetaraan akses pendidikan dan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.

“Semangat Kartini adalah tentang keberanian untuk bermimpi dan memperjuangkan hak yang setara. Ini bukan hanya milik perempuan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang adil,” ujar Kombes Reza.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter bangsa, dimulai dari lingkungan keluarga hingga ruang sosial yang lebih luas. Dalam konteks lalu lintas, ia menilai peran perempuan sangat penting dalam menanamkan nilai disiplin, kesadaran hukum, dan budaya tertib berlalu lintas.

“Kesadaran hukum seringkali berawal dari rumah. Perempuan sebagai ibu memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang patuh aturan dan beretika,” tambahnya.

Sementara itu, AKBP Yudho Huntoro menyoroti bahwa perkembangan zaman telah membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkiprah. Ia menilai, kiprah perempuan Indonesia saat ini merupakan bukti nyata bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti, melainkan terus berkembang mengikuti dinamika zaman.

“Kesetaraan bukan berarti menyamakan segalanya, tetapi memberikan kesempatan yang adil untuk berkembang. Perempuan hari ini telah menunjukkan kemampuan luar biasa di berbagai bidang, termasuk di institusi kepolisian,” ungkap AKBP Yudho.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, di mana kehadiran perempuan turut memberikan perspektif yang lebih empatik dalam melayani masyarakat.

Sinergi antara Dirlantas dan Wadir Lantas Polda Sumbar tersebut mencerminkan komitmen institusi Polri dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan. Tidak hanya berfokus pada tugas teknis di bidang lalu lintas, tetapi juga berperan aktif dalam menyuarakan isu sosial yang relevan dengan masyarakat.

Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan sebagai ajakan kepada generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pengembangan kompetensi. Kombes Reza menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Pendidikan adalah fondasi utama. Dari situlah lahir generasi yang mampu bersaing, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengakui bahwa perjuangan menuju kesetaraan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat tantangan di berbagai sektor yang membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, institusi, maupun masyarakat.

Dalam konteks internal, Polri disebut terus melakukan pembenahan untuk memastikan adanya ruang yang adil dan inklusif bagi seluruh anggotanya, termasuk perempuan. Hal ini menjadi bagian dari transformasi menuju institusi yang profesional, modern, dan terpercaya.

AKBP Yudho menambahkan bahwa keberadaan perempuan di tubuh Polri tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian secara optimal.

“Perempuan membawa pendekatan yang berbeda, lebih komunikatif dan humanis. Ini menjadi kekuatan dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Pesan “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diangkat dalam peringatan ini, menurut keduanya, bukan sekadar kutipan historis, melainkan refleksi bahwa harapan dan perubahan selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah.

Peringatan Hari Kartini 2026 di Sumatera Barat pun menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial masih terus berjalan. Diperlukan kolaborasi semua pihak agar nilai-nilai tersebut dapat terwujud secara nyata.

Di akhir pernyataannya, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melanjutkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Selama ada kemauan untuk belajar, berjuang, dan saling mendukung, maka cita-cita Kartini akan terus hidup,” pungkasnya

Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan publik. Melalui pendekatan yang humanis, profesional, dan berintegritas, Polri berkomitmen untuk menciptakan keamanan, ketertiban, serta membangun kepercayaan masyarakat demi terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan.

Kalau mau, saya bisa buat versi lebih tajam lagi (gaya investigatif / kritis) atau ditambahkan kutipan langsung yang lebih “menggigit” agar terasa lebih eksklusif seperti media nasional. Tutup nya 

(Hendri A.W)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda