HARIAN SEMANGAT

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 13 April 2026

Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah Kunjungi Enam Satdik Surabaya


Surabaya, (13/04/26)

Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah Ny. Ita Achmad Wibisono Senin,(13/04/26) mengadakan kunjungan ke Enam Satuan Pendidikan yang berada di Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah.

Enam Satuan Pendidikan tersebut meliputi  SMA Hang Tuah 4, SD Hang Tuah 1, TK Hang Tuah 1, SMP Hang Tuah 1, SD Hang Tuah 8 dan  SMP Hang Tuah 6 Excellent.

Selama dalam kunjungannya Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah  di dampingi Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah Ny. Sandya Ali Triswanto beserta seluruh pengurus inti, Sekertaris Niken Dyah Puspitorini , S.Pd,   Bendahara Ninik Indra Sunaring Venyanti,  Kabiddik  Dra. Ramayanti, Kabidbang Kolonel Laut (Purn) Dr. Abdul Rahman, S.T., M.T.

Para Kasatdik yang di kunjungi tersebut terdiri dari :  Kasatdik SMA Hang Tuah 4 Kartika Sari, S.Pd., M.Pd,  Kasatdik SD Hang Tuah 1 Leny Susanti, S.Pd,  Kasatdik TK Hang Tuah 1 Umi  Mukhoyaroh, S.Pd,  Kasatdik SMP Hang Tuah 1 Soni Indrawanto, M.Pd,  Kasatdik SD Hang Tuah 8 Ida Farida, S.Pd, Kasatdik SMP Hang Tuah 6 Excellent Ari Sutrijono, S.Pd., M.M.

Mereka (para Kasatdik) menjelaskan kondisi sarana dan prasarana sekolah, serta perkembangan perolehan murid  yang telah mendaftar di sekolahnya pada Tahun Ajaran 2026/2027. Ada beberapa bagian dari kondisi satdik yang perlu segera perbaikan.

Penekanan Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah kepada para Kasatdik agar  menjamin fasilitas  satdik dalam kondisi prima, aman, dan siap digunakan, sehingga mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

Pada kesempatan tersebut Ketua Pengurus Pusat YHT juga menyerahkan bingkisan kepada murid TK Hang Tuah 1, penyerahan secara bergantian bersama Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah.

Pada sesi akhir pertemuan , di adakan foto bersama dengan Kasatdik,  guru dan karyawan(yht/dar).

Tiba di Bandara Pattimura Ambon, Komandan Kodaeral lX Sambut Kedatangan Kasum TNl

 


TNI AL-Kodaeral IX (13/4/2026). Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. turut menyambut kedatangan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, S.H., M.M. di VIP Room Pemda Bandara Pattimura, Ambon, Maluku pada Senin (13/4/2026).

Kedatangan Kasum TNI beserta rombongan ini, tiba menggunakan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara tipe A-7306 dalam rangka kunjungan kerja Satuan Tugas Khusus Penertiban Kawasan Hutan (Satgas Sus PKH) di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Setibanya di Bandara Pattimura Ambon, rombongan Kasum TNI disambut Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pejabat TNI-Polri di wilayah Maluku lainnya. 

Setelah melaksanakan transit di VIP Room Pemda, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan didampingi oleh Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto, serta Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto.

Selanjutnya, rombongan bertolak menuju kawasan Gunung Botak di Pulau Buru dengan menggunakan Pesud TNl AL CN235-220 MPA P-8301 dengan Pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar guna melaksanakan peninjauan langsung sebagai bagian dari upaya penertiban dan pengawasan kawasan hutan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Maluku. (@Dispen Kodaeral IX).

Komitmen Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Rutan Padang Dorong Kenaikan Pangkat Berbasis Dedikasi dan Loyalitas

 

Padang — Momentum kenaikan pangkat di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang tahun 2017 menjadi refleksi penting atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja nyata para pegawai dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Senin,13 April 2026.


 Kenaikan pangkat tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghargaan institusi, tetapi juga sebagai amanah yang menuntut tanggung jawab lebih besar ke depan.


Dalam keterangannya, jajaran Rutan Padang menegaskan bahwa proses kenaikan pangkat dilakukan melalui mekanisme yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari disiplin, integritas, hingga kontribusi nyata terhadap organisasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing.


Momentum ini sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Semangat pengabdian dinilai harus sejalan dengan tuntutan zaman, di mana profesionalisme dan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama dalam sistem pemasyarakatan modern.


Selain itu, kenaikan pangkat juga diharapkan mampu memperkuat komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pembinaan warga binaan. Peran strategis petugas pemasyarakatan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga sebagai pembina yang berperan dalam proses reintegrasi sosial.


Namun demikian, sejumlah pihak menilai bahwa peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya melalui kenaikan pangkat. Diperlukan evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pembinaan pegawai, termasuk peningkatan pelatihan, pengawasan internal, serta transparansi dalam proses penilaian kinerja. Hal ini penting guna menghindari potensi ketimpangan maupun persepsi negatif di kalangan internal.


Di sisi lain, masyarakat juga berharap agar setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada aparatur negara benar-benar mencerminkan prestasi dan integritas.


 Kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan sangat bergantung pada profesionalitas aparatur di dalamnya.


Dengan demikian, kenaikan pangkat di Rutan Padang tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi harus menjadi titik tolak untuk memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan negara. Tutup nya.

(Hendri A.W)

Rekonstruksi 36 Adegan Ungkap Motif Dendam dan Ekonomi, Polres Pasaman Barat Pastikan Penanganan Kasus Pembunuhan di Koto Balingka Transparan

 


Pasaman Barat
, Sumatera Barat — Pengungkapan kasus pembunuhan disertai pencurian yang menewaskan seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kecamatan Koto Balingka memasuki babak penting. 


Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi untuk mengurai secara detail kronologi kejadian, sekaligus menguji kesesuaian keterangan tersangka dengan fakta di lapangan.


Rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman Mapolres tersebut menghadirkan langsung tersangka berinisial NJ (39), yang memperagakan total 36 adegan. Jumlah ini bertambah dari rencana awal sebanyak 28 adegan, menyesuaikan dengan perkembangan fakta penyidikan yang ditemukan oleh aparat.


Kegiatan ini turut disaksikan oleh tim Inafis, perwakilan jaksa penuntut umum, serta kuasa hukum tersangka, sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas proses hukum. Seluruh rangkaian adegan diperagakan secara runtut, mulai dari kedatangan pelaku ke lokasi hingga tindakan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.


Dalam rekonstruksi tersebut, tergambar bahwa peristiwa bermula saat pelaku mendatangi pondok kebun milik korban di kawasan Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang. Dengan cara mencongkel pintu, pelaku masuk ke dalam pondok dan melakukan penyerangan menggunakan benda tumpul yang mengakibatkan korban tersungkur.


Tidak berhenti di situ, tersangka kemudian memastikan kondisi korban sebelum mengambil sejumlah barang milik korban, di antaranya uang tunai, telepon genggam, kunci sepeda motor, serta perangkat lainnya. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke wilayah luar provinsi menggunakan kendaraan milik korban.


Dari hasil pendalaman penyidik, motif tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi dan rasa sakit hati. Tersangka mengaku memiliki upah kerja yang belum dibayarkan oleh korban selama kurun waktu cukup lama, dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Kondisi tersebut diperparah dengan tekanan kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak, yang kemudian memicu niat pelaku untuk melakukan aksi kriminal.


Peristiwa tragis ini sendiri terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Beberapa hari setelah kejadian, tim opsnal berhasil mengamankan tersangka di wilayah perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, tepatnya saat berada di sebuah warung di kawasan Ranah Batahan.


Sejumlah barang bukti turut diamankan dalam perkara ini, termasuk sepeda motor yang telah dimodifikasi, telepon genggam, serta barang pribadi lainnya yang diduga berkaitan langsung dengan tindak pidana tersebut.


Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa proses penyidikan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia memastikan bahwa seluruh tahapan, termasuk rekonstruksi, bertujuan untuk memperkuat pembuktian serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.


“Setiap proses kami lakukan secara terbuka dan terukur. Ini penting untuk memastikan bahwa penanganan perkara berjalan objektif, serta memberikan keadilan baik bagi korban maupun tersangka,” tegasnya.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal terkait pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terbaru. Ancaman hukuman yang dihadapi tidak ringan, mulai dari pidana penjara jangka panjang hingga hukuman maksimal berupa penjara seumur hidup atau pidana mati.

Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak, serta perlunya perlindungan hukum dan pengawasan terhadap hubungan kerja informal di masyarakat. 


Di sisi lain, aparat penegak hukum juga dituntut untuk terus meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menangani perkara serius yang meresahkan publik.


Dengan rampungnya rekonstruksi ini, berkas perkara segera dilengkapi untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan, sebagai bagian dari upaya menghadirkan keadilan yang transparan dan berimbang di tengah masyarakat. Tutup nya.

(Hendri A.W.).

Solok Selatan – Upaya membangun kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan keagamaan yang sarat makna. Kapolres Solok Selatan, M. Faisal Perdana, terus menggencarkan program Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Dalam kegiatan yang terlihat pada dokumentasi terbaru tersebut, Kapolres bersama jajaran dan masyarakat setempat berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara Polri dan warga. Kegiatan yang mengusung tema “Sumatera Barat Bebas dari Narkoba” ini menegaskan bahwa ancaman narkotika masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Melalui pendekatan keagamaan dan sosial, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya narkoba serta ikut berperan aktif dalam pencegahannya. Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana dalam keterangannya menekankan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi membangun komunikasi yang lebih terbuka antara polisi dan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, serta bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai ancaman, termasuk narkoba,” ungkapnya. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, aparat kepolisian diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara lebih mendalam. Namun demikian, di tengah apresiasi masyarakat terhadap kegiatan ini, muncul pula sejumlah catatan kritis. Beberapa pihak menilai bahwa gerakan seremonial seperti ini harus diimbangi dengan langkah konkret dalam penegakan hukum, khususnya terhadap jaringan narkoba yang lebih besar. Tanpa tindakan tegas dan berkelanjutan, upaya pencegahan dinilai belum akan memberikan dampak signifikan. Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran polisi di masjid memberikan rasa aman sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, komunikasi yang terjalin secara langsung dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan formal semata. Gerakan Subuh Berjamaah juga menjadi ruang edukasi moral dan spiritual bagi masyarakat, terutama generasi muda. Dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, diharapkan masyarakat memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Ke depan, publik berharap program seperti ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebijakan lain, seperti pemberantasan narkoba, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan pendidikan karakter. Langkah yang diambil Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak melulu soal penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan diuji oleh konsistensi pelaksanaan dan hasil nyata di lapangan. Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, cita-cita menciptakan wilayah yang aman, religius, dan bebas dari narkoba bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Tutup nya. (Hendri A.W.)

 


Solok Selatan – Upaya membangun kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan keagamaan yang sarat makna. Kapolres Solok Selatan, M. Faisal Perdana, terus menggencarkan program Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.


Dalam kegiatan yang terlihat pada dokumentasi terbaru tersebut, Kapolres bersama jajaran dan masyarakat setempat berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara Polri dan warga.


Kegiatan yang mengusung tema “Sumatera Barat Bebas dari Narkoba” ini menegaskan bahwa ancaman narkotika masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Melalui pendekatan keagamaan dan sosial, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya narkoba serta ikut berperan aktif dalam pencegahannya.


Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana dalam keterangannya menekankan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi membangun komunikasi yang lebih terbuka antara polisi dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, serta bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai ancaman, termasuk narkoba,” ungkapnya.


Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, aparat kepolisian diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara lebih mendalam.


Namun demikian, di tengah apresiasi masyarakat terhadap kegiatan ini, muncul pula sejumlah catatan kritis. Beberapa pihak menilai bahwa gerakan seremonial seperti ini harus diimbangi dengan langkah konkret dalam penegakan hukum, khususnya terhadap jaringan narkoba yang lebih besar. Tanpa tindakan tegas dan berkelanjutan, upaya pencegahan dinilai belum akan memberikan dampak signifikan.


Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran polisi di masjid memberikan rasa aman sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, komunikasi yang terjalin secara langsung dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan formal semata.

Gerakan Subuh Berjamaah juga menjadi ruang edukasi moral dan spiritual bagi masyarakat, terutama generasi muda.


 Dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, diharapkan masyarakat memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.


Ke depan, publik berharap program seperti ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebijakan lain, seperti pemberantasan narkoba, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan pendidikan karakter.


Langkah yang diambil Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak melulu soal penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan diuji oleh konsistensi pelaksanaan dan hasil nyata di lapangan.


Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, cita-cita menciptakan wilayah yang aman, religius, dan bebas dari narkoba bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Tutup nya.

(Hendri A.W.)

Tegaskan Disiplin dan Integritas Aparatur, Wakajati Sumbar Pimpin Apel Pagi: WFH Diterapkan dengan Pengawasan Ketat

 


PADANG
 . 
Senin 13 April 2026 — Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dr. Mukhlish, S.H., M.H., memimpin langsung apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. 


Kegiatan ini dihadiri para asisten, koordinator, pejabat eselon IV dan V, serta seluruh pegawai sebagai bagian dari penguatan disiplin dan konsolidasi internal lembaga penegak hukum tersebut.


Dalam amanatnya, Wakajati menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa ketepatan waktu, tanggung jawab, serta konsistensi dalam bekerja bukan sekadar formalitas, melainkan indikator nyata profesionalisme aparatur penegak hukum di tengah sorotan publik yang semakin kritis.


“Disiplin bukan hanya kewajiban administratif, tetapi cerminan komitmen moral kita dalam menegakkan hukum secara adil dan berintegritas,” tegasnya di hadapan peserta apel.


Selain itu, Wakajati juga menyinggung penerapan kebijakan Work From Home (WFH) yang akan diberlakukan secara selektif dan terukur. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari adaptasi sistem kerja modern, namun tetap menuntut akuntabilitas tinggi dari setiap pegawai. Ia menegaskan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik maupun kinerja institusi.


Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara efisiensi kerja dan tuntutan profesionalisme. Namun demikian, pengawasan internal menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak disalahgunakan atau menurunkan produktivitas aparatur.


Apel pagi berlangsung dengan tertib dan khidmat, mencerminkan kesiapan jajaran Kejati Sumbar dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi serta pengingat kolektif akan tanggung jawab besar yang diemban dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.


Dari sisi regulasi, pelaksanaan apel ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kedua aturan tersebut secara tegas mengatur kewajiban ASN dalam menjaga disiplin, etika kerja, serta loyalitas terhadap negara.


Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, komitmen yang disampaikan dalam apel pagi ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial semata. Publik menaruh harapan besar agar nilai-nilai integritas dan profesionalisme benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam setiap lini kerja, termasuk dalam penanganan perkara dan pelayanan hukum yang bersih dari praktik-praktik menyimpang.


Dengan penegasan ini, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat diharapkan mampu terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang terukur, transparan, dan berorientasi pada keadilan. Tutup nya.

(Hendri A.W.).

Minggu, 12 April 2026

‎Dukung Pembinaan Atlit Sejak Dini, Komandan Lanudal Juanda Hadiri Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026 ‎

 


TNI AL-Puspenerbal (12/4/2026)

‎Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Gugus Wahyu Setyo Utomo, S.H., M.Tr.Hanla., M.M., didampingi Ketua Cabang 3 Gabungan Jalasenastri Puspenerbal Ny. Dewi Gugus Wahyu Setyo Utomo, menghadiri Pembukaan kegiatan Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026, dalam rangka Pre Event Dasawarsa Moro Ganesa Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-61 yang dilaksanakan di apron Hanggar Fasharkan Pesud Lanudal Juanda, Puspenerbal pada Sabtu (11/4). 

‎Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan 2026 kali ini diikuti sebanyak 441 Riders cilik yang beradu cepat di Apron yang disulap menjadi lintasan adu cepat. 

‎Kegiatan diawali dengan riding Vespa di Area Lanudal Juanda yang mengambil rute start dari Mako Puspenerbal menuju Bundaran Ganet, penjagaan Lanudal, Senerbal, Satang, hingga berakhir di Apron Hanggar.

‎Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, sambutan pembukaan, serta pelepasan start Bikers Push Bike oleh Danpuspenerbal. Selanjutnya, rombongan melaksanakan peninjauan booth tenant bazar dan sponsor, kegiatan donor darah, serta ramah tamah di tenda VIP.

‎Acara dibuka oleh Danpuspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana, bersama Ketua Pengurus Gabungan Jalasenastri Puspenerbal, Ny. Dicca Bayu Alisyahbana, yang turut dihadiri Wadan Puspenerbal, Ir Puspenerbal, Dirrenbang Puspenerbal, Dirops Puspenerbal, Dirpers Puspenerbal, Dirlog Puspenerbal, Dankolat Penerbal, Danwing Udara 2, Kafasharkan Pesud, Dandenma Puspenerbal, Koorsmin Danpuspenerbal, Kasatpam Lanudal Juanda serta para Komandan Skuadron jajaran Wing Udara 2 dan Pengurus gabungan Jalasenastri Puspenerbal. 

‎Sebagai bentuk apresiasi, pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para pemenang yang diserahkan langsung oleh Danpuspenerbal dan GM AP Indonesia Bandara Internasional Juanda. 

‎Event ini menjadi momentum dalam mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan TNI Angkatan Laut khususnya jajaran Puspenerbal bersama masyarakat. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet potensial, namun juga semakin memperkuat soliditas, sinergitas, serta kemanunggalan TNI Angkatan Laut dengan masyarakat.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi