HARIAN SEMANGAT

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 18 April 2026

Personel Wing Udara 3 Melaksanakan Samapta Jasmani Periode I Tahun 2026 ‎

 


TNI AL-Puspenerbal (17/4/2026)

‎Prajurit Wing Udara 3 Puspenerbal melaksanakan Samapta Jasmani periode I tahun 2026 sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kemampuan fisik guna menunjang pelaksanaan tugas pokok. Kegiatan berlangsung di Mako Wing Udara 3 dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. (16/4).

‎Dipimipin oleh Komandan Wing Udara 3 Kolonel Laut (P) Arief Sukmono Akbar. M.Tr. Opsla., yang dalam arahannya menekankan pentingnya pelaksanaan tes garjas secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mengukur kemampuan fisik diri sendiri. Hal ini bertujuan agar seluruh prajurit dapat mencapai standar kemampuan fisik yang telah ditetapkan serta mendukung kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. 

‎Materi yang diujikan dalam Garjas meliputi Samapta baterai A, B dan untuk baterai C dilaksanakan di kolam renang Catalina Komando Operasi Angkatan Udara (KOOPS AU) III Biak, sebagai bagian dari rangkaian pengujian kemampuan fisik secara menyeluruh. Dengan dilaksanakannya Samapta semester 1 ini diharap kualitas fisik prajurit dalam kondisi prima mengingat situasi global yang tidak menentu.

Perkuat Pengamanan Perairan Timur, Pesawat Patroli Maritim TNl AL P-8301 Tiba di Ambon

 


TNI AL-Kodaeral IX (18/4/2026). 

Dalam upaya memperkuat pengamanan wilayah perairan timur Indonesia, pesawat udara (Pesud) TNl AL binaan Puspenerbal,  CN235-220 MPA P-8301 mendarat di Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku pada Sabtu (18/4/2026).

Kedatangan pesawat patroli maritim milik TNI Angkatan Laut ini merupakan bagian dari pergerakan unsur udara dalam Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II.

Pesawat Udara P-8301 (CN235-220 MPA) yang dipiloti oleh Mayor Laut (P) Wisnu Akbar tersebut, menempuh rute penerbangan dari Sorong (SOR) menuju Ambon (AMB) dan dijadwalkan untuk melaksanakan Remain Over Night (RON) guna mendukung kelanjutan operasi.

Setibanya di apron bandara, Pesud P-8301 disambut dengan jajaran kehormatan atau prosesi Merflug yang dihadiri oleh jajaran pejabat Kodaeral IX antara lain Dansatrol Kodaeral IX, Kafasharkan Ambon, Paur Kesling Rumkit, Pjs, Kadisyahal Kodaeral IX, dan Kaminmed Rumkit serta Danton merflugh dari Kodaeral IX. 

Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya sinergi antar unsur dalam menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan dan zona ekonomi eksklusif.

Operasi Tameng Papua-26 Tahap II ini difokuskan pada peningkatan pengawasan maritim, pencegahan pelanggaran wilayah, serta penegakan hukum di laut. Pesawat CN235-220 MPA sendiri merupakan alutsista strategis yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi canggih untuk memantau aktivitas ilegal di perairan Papua dan sekitarnya.

Setelah singgah di Ambon, unsur udara milik TNI AL ini akan melanjutkan koordinasi dengan komando atas untuk menjalankan misi patroli sektor yang telah ditentukan dalam direktif latihan dan operasi. (@Dispen Kodaeral IX).

Komandan Wing Udara 1 Puspenerbal Sambut Kepulangan Tim Fly Navy English Competition dengan Semangat Bergelora

 


TNI AL-Puspenerbal (18/4/2026)

Komandan Wing Udara 1 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, M.Tr. Opsla, bersama seluruh prajurit menyambut hangat kedatangan tim Wing Udara 1 yang telah menyelesaikan partisipasinya dalam kegiatan Fly Navy English Competition yang diselenggarakan oleh Puspenerbal di Surabaya. Kegiatan penyambutan berlangsung di Hanggar Navy 1 Lanudal Tanjungpinang. Jumat (17/4).

Kehadiran tim disambut langsung oleh Komandan Wing Udara 1 beserta seluruh prajurit dalam suasana yang penuh antusiasme. Sorak semangat dan rasa bangga terpancar dari seluruh personel yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangan tim dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Wing Udara 1 menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim yang telah mewakili satuan dengan penuh semangat juang dan profesionalisme. Partisipasi dalam ajang ini dinilai sebagai wujud nyata peningkatan kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris di lingkungan Penerbangan TNI Angkatan Laut.

“Keikutsertaan dalam Fly Navy English Competition bukan hanya sekadar ajang perlombaan, namun juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta membawa nama baik satuan,” ujar Komandan Wing Udara 1.

Suasana hanggar dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan jiwa korsa yang kuat. Momen penyambutan ini menjadi simbol kekompakan serta dukungan moril dari seluruh prajurit kepada rekan-rekan mereka yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Wing Udara 1 untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut ke depan.

Jumat, 17 April 2026

“Humanis di Jalan, Polisi Jadi Penolong: Wujud Nyata Pelayanan Presisi di Bawah Kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto”

 


Pasaman Barat, —Sabtu, 17 April 2026 . Sebuah momen sederhana di jalan raya berubah menjadi kisah penuh makna tentang kehadiran negara di tengah masyarakat. Di tengah kepanikan seorang warga yang mengalami kendala di perjalanan, sosok anggota Satuan Lalu Lintas hadir bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai penolong yang sigap dan humanis.

Peristiwa yang terekam dalam unggahan media sosial tersebut menggambarkan bagaimana seorang anggota polisi dengan cepat merespons situasi darurat yang dialami warga. Saat ban kendaraan tiba-tiba bocor di waktu yang mendesak, kondisi itu sempat menimbulkan kepanikan. Namun, kehadiran anggota Satlantas yang langsung menghampiri dan memberikan bantuan menjadi solusi tak terduga yang menenangkan.

Tidak hanya membantu memperbaiki situasi, anggota tersebut bahkan mengantarkan warga hingga sampai ke tujuan dengan selamat. Tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, pendekatan humanis memang menjadi salah satu prinsip utama dalam menjalankan tugas. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. 

Komitmen tersebut juga tercermin dalam berbagai kegiatan internal kepolisian, seperti latihan dan pembinaan personel yang menekankan profesionalisme serta pendekatan yang santun dan proporsional di lapangan. 

Pendekatan humanis yang diterapkan bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata oleh setiap personel. Polisi dituntut tidak hanya cepat dan tepat dalam bertindak, tetapi juga mampu membaca situasi serta mengedepankan empati terhadap masyarakat.

Kejadian ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kehadiran polisi dengan sikap peduli dan responsif seperti ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Lebih jauh, peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa transformasi Polri menuju institusi yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto terus menekankan kepada seluruh jajaran agar selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam situasi besar, tetapi juga dalam momen-momen kecil yang berdampak besar bagi kehidupan warga.

Dengan semangat tersebut, diharapkan ke depan semakin banyak tindakan-tindakan humanis yang lahir dari anggota kepolisian, sehingga citra Polri semakin dekat, dipercaya, dan dicintai oleh masyarakat. Tutup nya.

(Hendri A.W.)

Halal Bihalal Jadi Ajang Kritik: Ojol Sumbar Curhat Soal Helm, Dirlantas Reza Tegaskan Keselamatan Harga Mati”

 


Padang, Sumatera Barat
 — Dalam suasana hangat Halal Bihalal, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menggelar kegiatan “Ngobras (Ngopi Bareng Polantas)” yang menghadirkan dialog interaktif antara jajaran kepolisian dan komunitas ojek online (ojol) se-Sumbar.

Kegiatan ini berlangsung di Jln Veteran No. 90, Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, dan dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sumbar, Reza Chairul Akbar, bersama jajaran anggota. Turut hadir para pengemudi ojol dengan perwakilan ketua komunitas, Zainal.

Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dua arah terkait keselamatan berlalu lintas.

Dalam sesi tanya jawab yang mengangkat tema penggunaan helm, berbagai persoalan di lapangan disampaikan oleh para pengemudi ojol. Mulai dari kesadaran penumpang yang masih rendah dalam menggunakan helm, hingga kualitas helm yang layak pakai sesuai standar keselamatan.

Dirlantas Reza Chairul Akbar menegaskan bahwa helm bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan utama bagi pengendara dan penumpang.

“Helm itu menyelamatkan nyawa. Kami mengimbau agar seluruh pengemudi ojol memastikan helm yang digunakan berstandar SNI dan dalam kondisi baik. Jangan hanya formalitas, tapi harus benar-benar melindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ojol Sumbar, Zainal, menyampaikan aspirasi para pengemudi yang berharap adanya dukungan dari pihak kepolisian dalam bentuk sosialisasi yang lebih masif serta solusi atas kendala di lapangan.

“Kami siap mendukung aturan, namun di lapangan sering menghadapi penumpang yang menolak pakai helm. Ini jadi dilema bagi kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Ditlantas Polda Sumbar menyatakan akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat, termasuk penumpang ojol, serta mendorong kolaborasi aktif antara komunitas ojol dan kepolisian.

Kegiatan “Ngobras” ini diharapkan menjadi wadah berkelanjutan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat demi menekan angka kecelakaan di jalan raya. Tutup nya 

(Hendri A.W)

Kamis, 16 April 2026

Diduga Bebani Wali Murid, Kebijakan Dana Rehab SD 07 Pulau Aia Dipertanyakan

 


Padang, 17 April 2026

Isu dugaan permintaan kontribusi dana kepada wali murid untuk keperluan pembangunan dan rehabilitasi sekolah di SD 07 Pulau Aia mencuat ke publik dan menjadi perhatian masyarakat. Kepala sekolah, Joni Alias, kini dimintai klarifikasi atas kebijakan yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam.

Disisi lain penggiat hukum polan SH..mengutuk perbuatan kepala sekolah yang merusak nilai nilai pendidikan dan hilangnya kepercayaqn publik

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Hendri Ariswandi dari media online ALISYAnews sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan upaya mendorong keterbukaan informasi publik.

Dalam keterangannya, Hendri mengajukan sejumlah poin krusial, di antaranya terkait kebenaran adanya permintaan dana kepada wali murid, mekanisme pelaksanaannya, serta dasar hukum yang dijadikan acuan oleh pihak sekolah.

“Penting untuk memastikan apakah kebijakan tersebut sesuai dengan aturan pemerintah atau justru berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

SOROTAN REGULASI DAN POTENSI PELANGGARAN

Dalam konteks pendidikan dasar, kebijakan terkait sumbangan maupun pungutan telah diatur secara tegas dalam berbagai regulasi, antara lain:

Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang menyatakan bahwa:

Komite sekolah boleh melakukan penggalangan dana, namun bersifat sukarela, tidak mengikat, dan tidak boleh ditentukan jumlah maupun waktunya.

Sekolah dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik atau orang tua/wali murid.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas):

Pasal 34 menegaskan bahwa pendidikan dasar menjadi tanggung jawab pemerintah dan harus diselenggarakan tanpa memungut biaya.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010:

Menegaskan larangan pungutan oleh satuan pendidikan dasar yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.

Jika terbukti adanya unsur paksaan, penetapan nominal, atau konsekuensi tertentu bagi siswa yang tidak membayar, maka praktik tersebut dapat mengarah pada dugaan pungutan liar (pungli) yang berpotensi melanggar hukum.

PERTANYAAN KRUSIAL KEPIHAK SEKOLAH

Beberapa hal yang menjadi sorotan dalam isu ini antara lain:

Apakah dana yang diminta benar-benar bersifat sukarela atau terdapat tekanan terselubung?

Sejauh mana keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan?

Apakah telah ada koordinasi dengan dinas pendidikan terkait kebutuhan anggaran?

Bagaimana transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut?

Apakah ada jaminan tidak terjadi diskriminasi terhadap siswa dari keluarga kurang mampu?

PERLU KLARIFIKASI DAN TRANSPARANSI

Hingga berita ini diturunkan, pihak SD 07 Pulau Aia, khususnya Kepala Sekolah Joni Alias, diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi guna menjawab keresahan masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang berkembang.

Keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada prinsip keadilan, transparansi, dan tidak memberatkan masyarakat.

Isu ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan pendidikan, khususnya di tingkat dasar, harus mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Pemerintah daerah dan dinas terkait juga diharapkan turun tangan untuk melakukan pengawasan serta memastikan tidak terjadi pelanggaran yang merugikan masyarakat Tutup nya.

(Hendri A.W)

Patroli Samapta Presisi di Pasaman Barat, Upaya Preventif atau Sekadar Rutinitas?

 


Pasaman Barat
— Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Pasaman Barat kembali mengintensifkan kegiatan patroli rutin di sejumlah titik strategis dan rawan gangguan keamanan, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan yang mengusung konsep Patroli Samapta Presisi ini difokuskan pada area publik, termasuk perkantoran, pusat aktivitas ekonomi, serta lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tindak kriminalitas.


 Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sejumlah personel kepolisian berdialog langsung dengan masyarakat dan petugas keamanan setempat, sebagai bentuk pendekatan humanis sekaligus pengawasan situasional.


Petugas di lapangan tampak memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya terkait kewaspadaan terhadap tindak pencurian kendaraan bermotor.


 Hal ini sejalan dengan adanya papan peringatan di lokasi yang mengingatkan pengunjung agar memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci ganda untuk menghindari risiko kehilangan.


Secara normatif, patroli ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan angka kriminalitas serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. 


Kehadiran aparat secara langsung di lapangan diharapkan mampu memberikan efek deterrent atau pencegah terhadap pelaku kejahatan.


Namun demikian, efektivitas kegiatan patroli rutin seperti ini kerap menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan menilai bahwa patroli tidak cukup hanya bersifat seremonial atau sekadar kehadiran fisik, tetapi harus disertai dengan langkah konkret berbasis pemetaan wilayah rawan serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.


Di sisi lain, masyarakat menyambut positif kehadiran polisi yang aktif turun ke lapangan. Beberapa warga menilai patroli tersebut memberikan rasa aman, terutama di kawasan yang sebelumnya kerap terjadi aksi kriminalitas ringan seperti pencurian kendaraan.


“Kalau polisi sering lewat, tentu ada rasa tenang. Tapi kami juga berharap kalau ada kejadian, penanganannya bisa cepat,” ujar salah seorang warga di lokasi.


Pendekatan dialogis yang dilakukan personel Samapta juga menjadi poin penting dalam membangun kepercayaan publik. Komunikasi dua arah dinilai mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun informasi terkait situasi keamanan di lingkungannya.


Meski demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. 


Dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang berpotensi memunculkan berbagai bentuk gangguan kamtibmas baru.


 Oleh karena itu, patroli presisi diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar berbasis data, analisis risiko, serta kolaborasi aktif dengan masyarakat.


Polres Pasaman Barat sendiri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keamanan melalui strategi yang adaptif dan responsif.


 Patroli yang dilakukan diharapkan menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu, bukan sekadar formalitas.


Dengan adanya kegiatan ini, publik menaruh harapan agar upaya menjaga keamanan tidak berhenti pada kegiatan patroli semata, melainkan berlanjut pada penegakan hukum yang tegas, transparan, dan akuntabel terhadap setiap bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Pasaman Barat. Tutup nya.

(Hendri A.W.)


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi